Showing posts with label Bambang Soesatyo. Show all posts
Showing posts with label Bambang Soesatyo. Show all posts

Sunday, February 3, 2019

CANDUQQ | MENANTI PERGERAKAN MENHUB SOAL JALUR KHUSUS MOTOR DI TOL

MENANTI PERGERAKAN MENHUB SOAL JALUR KHUSUS MOTOR DI TOL




CANDUQQ- Wacana jalur khusus sepeda motor di jalan bebas hambatan (tol) kembali mencuat setelah usulan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo kepada pemerintah.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kajian jalur khusus sepeda motor di jalan bebas hambatan (tol).

Menurut Budi, kajian itu "mandek" di Kemenhub. Alasannya pemerintah belum mengizinkan sepenuhnya motor masuk tol.

"(Kajian) sudah sampaikan ke pak menteri. tapi saya kira hanya akan berhenti di pak menteri," kata Budi Setyadi melalui sambungan telepon Jumat (1/2) malam.

Tidak terealisasi kajian tersebut, menurut Budi juga karena Kemenhub belum punya rencana "membiarkan" sepeda motor masuk tol, apalagi dalam waktu dekat.

Budi menjelaskan mengusulkan sepeda motor masuk tol tidak bisa instan. Semua harus dipertimbangkan dan melalui studi khusus, terlebih jalan tol yang tersedia khusus roda empat atau lebih.

Hal ini berbeda dengan tol di Bali dan Suramadu yang pada saat pembuatannya memang dirancang untuk dua jenis kendaraan berbeda, yaitu motor dan mobil. Di samping itu, dikatakan Budi, pembuatan tol yang tersedia lajur untuk sepeda motor harus didasari alasan yang kuat.


"Harus beralasan, seperti Surabaya-Madura (Suramadu), masa sepeda motor masuk laut. Kemudian Bali kalau tidak dibuat tolnya, sepeda motor muternya jauh sekali," kata Budi.


Agen Domino- Lebih lanjut, Budi menyampaikan pihaknya belum merespons usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo yang mewacanakan jalan tol di Indonesia juga untuk sepeda motor. Hingga kini pihaknya belum melakukan diskusi internal dan eksternal untuk membahas hal itu.


Sebelumnya Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri mengaku setuju sepeda motor masuk tol. Ia menilai motor masuk tol potensi bisa menekan angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua. 

Wednesday, December 5, 2018

CANDUQQ | BAMSOET, TEROR DI NDUGA TUNTASKAN KIRIM PASUKAN ELITE KE PAPUA



CANDUQQ- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet mendorong Panglima TNI dan Kapolri mengirim pasukan elit di masing-masing kesatuannya untuk memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. KKB merupakan pembunuh 31 pekerja proyek Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Kami mendorong Panglima TNI dan Kapolri untuk mngirim pasukan-pasukan elite yang ada di kesatuan-kesatuannya. Karena hal ini tidak bisa dianggap remeh dan harus dituntaskan dalam waktu dekat," kata Bamsoet di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Politikus Golkar ini menegaskan, aparat keamanan tidak boleh setengah-setengah dalam memburu KKB. Selain menangkap, aparat keamanan harus menyeret KKB ke meja hijau.

"Kami mendesak dan mendorong seluruh pasukan yang ada, untuk segera memburu pelakunya dan menyeret ke pengadilan," ujar dia.

DPR, lanjut Bamsoet, mendukung penuh apa pun langkah tegas yang diambil TNI dan Polri. Termasuk menggunakan langkah represif dalam menangkap KKB. Asalkan langkah tersebut bisa menyelamatkan rakyat dan bangsa dari ancaman kelompok tertentu.

"Apapun yang bisa dilakukan untuk menuntaskan itu, DPR pasti setuju. Jangan sampai ada lagi korban warga yang jatuh. Berapa pun ongkosnya," kata Bamsoet.

Bamsoet menilai, KKB melebihi gerakan teroris. KKB telah merenggut secara langsung nyawa warga dan menyerang petugas keamanan secara terang-terangan.

"Ini tidak bisa dianggap lagi sebagai suatu peristiwa yang sepele," dia memungkasi.

Belum Mendekat


AgenDomino- Setelah aksi pembantaian yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua pada 31 pekerja proyek jalan dan jembatan Trans Papua, kondisi Kabupaten Nduga masih mencekam.

Hingga kini jenazah para korban keganasan kelompok separatis tersebut masih berada di lokasi pembunuhan, yaitu di Kali igi dan Aurak, Distrik Yigi. Medan serta akses jalan yang sulit diduga menjadi salah satu penyebab tim gabungan TNI-Polri belum bisa mendekat ke TKP.

Terkait hal ini, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sempat menyarankan agar tim gabungan menggunakan alat bantu, seperti helikopter dan pesawat.

"Saya akan bicarakan dulu. Enggak bisa, kan, saya bicara sendiri di sini," ucapnya.

Sementara, Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, mengatakan, jarak terdekat menuju lokasi yang diduga tempat pembunuhan, memakan waktu 12 jam menggunakan jalur darat dan itu semua juga tergantung kondisi.

"Yang terdekat yaitu melalui jalur sampai 12 jam. Dan itu jalan yang baru kita rintis dan baru kita bangun, dalam rangka pembukaan Trans Papua. Sehingga tergantung dari kondisi alam. Kalau kemarau tanahnya kering, bisa ditempuh 8 jam. Kalau becek bisa 12 jam," kata Aidi.

Dia menegaskan, pihaknya memang tidak mempertimbangkan kecepatan. Tapi fakto keamanannya.

"Tentu pergerakan ini kita tak mempertimbangkan kecepatan, tapi kita pertimbangkan dari keamanan," pungkasnya.